Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

Aneka contoh puisi natal

Dibawah ini aneka contoh puisi natal yang dapat dihapalkan untuk kegiatan natal sekolah atau natal muda mudi yang akan kalian laksanakan..


puisi natal

KETIKA CAHAYA DARI SURGA BERSINAR

"Damai di atas bumi, di antara orang yang
berkenan kepada-Nya",
berkumandang di angkasa.
Ketika cahaya dari surga bersinar, hilanglah semua kegelapan.
Malaikat Tuhan turun ke bumi
dan membawa berita yang jelas.
Ketika cahaya dari surga bersinar, aku mendengar
malaikat berkata,
"Jangan takut, aku memberitakan kabar sukacita,
Karena Kristus telah lahir hari ini."
Ketika cahaya dari surga bersinar,
nampak pemandangan yang indah;

Damai Allah dan kesukaan surgawi
turun ke dunia pada malam itu.
Cahaya dari surga masih bersinar
dan malaikat-malaikat masih bernyanyi;

Karena Kristus masih memberikan damai dan sukacita
dalam kehidupan, tempat Dia bertahta.
Amin


HATIMU , BILIK TERINDAH BAGIKU

Aku hendak turun untuk melihat-lihat
Bagaimana kehidupan manusia yang Ku ciptakan
Sebab telah lama Ku dengar kabar tentang mereka
Kabar yang sungguh memilukan hati-Ku
Aku telah merancangkan dari mulanya
Bahwa mereka akan hidup di hadapan-Ku
Bersama dengan-Ku selamanya
Bahwa jika mereka bersama-Ku
Mereka tidak akan pernah mengalami kekurangan
Aku sedih, ketika waktu itu
Di rumah yang begitu indah dan mewah
Yang Kuberikan sebagai hadiah pertama-Ku
Aku mendapati mereka telanjang
Telanjang di tengah-tengah segala kelimpahan harta
yang telah Ku sediakan, hanya bagi mereka
Mengapa? Apakah semua itu tidak cukup?
Malam itu, setelah ribuan tahun terlewatkan
Aku datang, datang kembali mengunjungimu
Aku mendapati engkau terlalu sibuk,
Sibuk dengan dirimu sendiri
Hingga kehadiran-Ku tak engkau pedulikan
Tak ada tempat di rumahmu bagi-Ku
Di mana? Di mana tempat yang hangat yang bisa Aku tempati
Tuk menghangatkan tubuh mungil-Ku yang kedinginan?
Tak ada! Tidak ada satu pun bilik yang kosong di rumahmu
Hanya kandang hewanmu yang tersisa untuk-Ku
Namun tidak mengapa
karena itu pun sudah cukup bagi-Ku waktu itu
Seandainya saat ini engkau telah menyadari
Bahwa Aku telah datang kembali untukmu
Tolong, bukalah bilik hatimu,
agar Aku dapat masuk dan tinggal di sana
Dan menjadikannya bilik terindah bagi-Ku dan bagimu.
Amin


DAMAI

Damai....? Ingat pertama kali berjumpa di Eden, betapa indahnya
Kehadiranmu di sisi manusia, sangat menyejukkan
Sebab semuanya hanyalah engkau dan mengenai engkau
Tiada yang kurang saat itu
Hanya kesempurnaan saja adanya
Pengkhianatan ..., mengapa? Mengapa hal itu harus terjadi?
Mengapa engkau dikhianati oleh manusia yang engkau kasihi?
Terbuang, terjual, terasingkan, dijauhkan
hanya karena tawaran, sebuah kehormatan yang kosong!
Namun sejak saat itu dan seterusnya
Engkau telah menjadi kerinduan yang tak berujung
Sejak di Eden, engkau terus di cari
Entah ke mana pergimu ...
Meski segala cara telah di tempuh
Segala taktik telah di coba
Namun engkau tak pernah lagi menjawab
Perang, pembunuhan, pertikaian, perselisihan ...
Gaduh ... buntu ... tamat ....!!!
Inikah akhirnya? Tanpa kedamaian?
Masih adakah harapan?
Masih hidupkah engkau?
Malam itu, sejak kesenyapan yang terjadi di Eden
Sayup-sayup terdengar lagi nyanyian yang telah lama hilang
“... damai di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Engkaukah itu? Engkaukah yang telah kembali?
Ya, itu adalah engkau
dengan ciri yang melekat pada dirimu
Meski aroma kotoran hewan memenuhi rongga dadamu
Namun engkau tetap tenang dalam hangatnya palunganmu
Engkau datang kembali dalam rupa seorang bayi mungil
Dengan rautan wajah penuh kehangatan
Damai ... Damai di bumi ...
Dan Engkau kembali
Tuk berdamai dengan manusia. Amin


SANG WAKTU

Tak ada waktu pada-Nya
Karena Ia tak berwaktu
Namun Ia yang tak berwaktu,
telah membatasi diri-Nya oleh waktu
Dalam kesunyian malam itu,
waktu-Nya mulai dihitung
Ketika tangisan-Nya yang pertama menggema
Mendetakkan waktu-Nya yang pertama di bumi.
Oh, Sang penentu waktu yang tak berwaktu
Mengapa Engkau membiarkan diri-Mu di atur oleh waktu?
Mengapa Engkau merelakan diri-Mu dibatasi oleh waktu?
Mengapa Engkau menghadirkan diri-Mu ke dalam waktu?
Malam itu, dalam lenguhan hewan yang tak mengenal waktu
Engkau datang untuk memberi waktu yang baru bagi dunia
Engkau datang untuk menawarkan waktu sebagai anugerah
Engkau datang untuk mengatakan waktunya tidak lama lagi
Sebab dunia yang terbatas oleh waktu akan segera berakhir di dalam waktu
Engkau datang untuk mengatakan, waktuku adalah saat ini
Engkau datang untuk mengatakan kepadaku,
waktu-ku hanya sementara di sini
Engkau datang untuk mengatakan,
Berdamailah dengan Aku Sang Waktu yang sejati
Agar aku dapat bersama-Mu tanpa waktu.
AMIN


LONCENG NATAL

Saya mendengar lonceng berdentang pada hari Natal
Lagu-lagu Natal yang sudah dikenal,
Betapa nyaring dan merdunya kata-kata yang terdengar lagi
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Saya berpikir, seandainya pada hari Natal,
Semua lonceng yang tergantung di menara gereja
Memainkan lagu tanpa hentinya
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Dan dalam keputusasaan saya menundukkan kepala;
"Tidak ada damai di bumi," kataku;
"Karena kebencian ada di mana-mana dan mengejek lagu tentang
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Tetapi suara lonceng yang berdentang bergema semakin kuat;
"Tuhan tidak mati atau tertidur!
Yang jahat akan jatuh, yang benar akan menang,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!"
Lonceng terus berbunyi, berdentang,
Bumi berputar dari malam hingga pagi,
Suara lonceng, nyanyian agung, terdengar merdu,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Amin


NATAL YANG TEDUH

natal telah menjadi puisi alam raya
hiruk-pikuk pekik sorak hura-hura
apalagi cuma gegap gempita iklan
agaknya sudah tidak diperlukan
mohon jangan gaduh
sang bayi penebus bumi
masih tertidur nyenak
dalam dekapan bunda terkasih
semua ilalang, seisi kandang
adalah segala yang teduh
dalam syukur dan simpuh
ya, natal itu puisi alam raya
karena itu jangan gaduh
bumi kita telah ditebus
perlu istirahat dan tidur
ia sudah amat lelah
bekerja keras menata nasib
beri kesempatan ia bermimpi
biarkan ia merindu dan mencinta
merdeka dari segala tetek bengek
yang makin menjauhkan bumi kita
dari sang keabadian sendiri
Amin



SUKACITA NATAL

Pohon cemara menghiasi rumah kami,
Memancarkan semerbak harumnya nuansa Natal,
Setiap hati diselimuti suasana syahdu,
Menandakan Natal t'lah tiba..
Kue-kue, kalkun panggang,
Meja yang dipenuhi makanan-makanan manis,
Wajah-wajah kecil bercahaya penuh sukacita,
Semua orang bergembira..
Pesta perayaan, lagu-lagu yang mengalun, hadiah-hadiah yang indah,
Lonceng perak yang bergemirincing,
Pohon Natal dan pernak-pernik yang cantik,
Lampu berwarna-warni yang berkerlap-kerlip..
Sanak keluarga menanti dengan hati gembira
Menyambut dengan senyuman manis, pelukan hangat, dan kecupan sayang,
Inilah sukacita yang luar biasa
Yang hadir saat Natal tiba.
Amin

Jumat, 16 Oktober 2015

Contoh puisi bahasa Inggris

Berikut ini beberapa contoh puisi dalam bahasa Inggris yang dapat di copy untuk melengkapi tugas di sekolah:


In Silence

O, mystery that should remain mystery,
O, uncovered secret that should remain secret
O, innocent feeling deep down a fragile heart
O, a clear question with unwanted answer
All in the eyes that should not see
All in the ear that should not hear
All in the truth that should not true
and all in silence,
that should remain silent.


Ocean to Desert

On a white shores where we belong
Couple of eyes dropping a shadow
Lay me down the ocean, I'm feeling the sun
Sink me deep to the ground, to breathe I can't
Were hand in hand we walk on
Doesn't give a silhouette we were on
Was divided the sea we flying on
But wind blows us without any direction
On a desert I'm losing you
To the sunset carried away
An old branches broke the flowers
Let me tell you it's hard to blow
A beautiful rose from my hands
Even the mirror give the different reflections
Or the water that never look the same
Counting stars then find a different number
Looking at your eyes, have no idea what to say


REQUIEM OF A DREAM

In a hot water spring on the mountain heights
we submerge and blend our longings and pleasure.
With our wringing wet body we gaze at each other
my heart pounding wild when you look into my eyes.

Water drips from our hair form ripples on the surface
small at start then spreading widely to the entire spring.
A butterfly flew so beautifully but then just disappeared
spreading hopes like a siren song from the distance.

Under the graceful moonlight we toast our unholy bliss
flower petals raining upon us and scattered on the water.
Before the thousand stars our hearts pledge a promise
to always together and love one another in life and death.

Mountain peaks went through the clouds and disappears
formless border lies between reality and realm of dream
Every day I had to wake up from a dream inside a dream
a requiem held within my heart for each dream I drowned.

Contoh puisi hari guru

Berikut ini beberapa contoh puisi untuk penringatan hari guru yang dapat teman-teman copy untuk tugas sekolah


Guruku

Guruku
Terimakasih atas semua jasamu
Terimakasih atas semua bimbinganmu
Terimakasih atas semua nasehatmu

Guruku
Tak pernah lelah mengajar kami
Tak pernah letih membimbing kami
Tak pernah bosan menasehati kami

Guruku
Maafkan semua kesalahan kami
Ketika kami nakal tak mendengar nasehatmu
Namun kau masih sabar membimbing kami

Guruku
Awalnya kami tak tau apa-apa
Namun karenamu kini banyak hal yang kami ketahui
Engkau yang mengajarkan kami benyanyi dan menggambar
Engkau yang mengajarkan kami menulis serta membaca

Guruku
Jasamu akan selalu kami ingat
Nasehatmu tak pernah kami lupa
Terimakasih guruku
Namamu akan selalu terukir di hati kami


SANG GURU

Dengan apakah aku membalas jasamu?
Setiap hari kau menuyuapiku dengan ilmumu
setiap hari kau menasihatiku dengan petuah bijakmu
dengan apakah aku membalas semua itu?

Aku ingin seperti dirimu
tidak ada kata kata mundur dalam kamusmu
sekalu maju teruslah maju dan maju
itulah prinsipmu

Seringkali ku mengecewakanmu
seringkali ku membuat luka di hatimu
tapi kau malah membalas semua itu dengan doa doamu
oh... Sungguh mulia hatimu (Guru)


GURUKU MAAFKANLAH

Butiran air mata kami saat ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti adalah
Butiran air hujan yang sangat deras
Yang kau hadapi..
Kau Lewati..
Dan kau lalui dengan penuh hati ikhlas
Semua itu kau lakukan hanya untuk kami..

Panasnya suasana saat ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti adalah
Panas teriknya matahari yang terpancar
Yang kau hadapi..
Kau Lewati..
Dan kau lalui dengan penuh hati sabar
Semua itu kau lakukan hanya untuk kami..

Namun.., Sedih yang kau rasakan saat ini
Mungkin tidak seberapa dan tak begitu berarti apa-apa
Karena yang lebih berarti adalah
Betapa sedihnya kami saat ini..
Ketika semua jasa mulia yang kau berikan
Tak bisa kami lalui dengan penuh balas budi
Guruku maafkanlah kami..

Contoh puisi alam semesta

Di bawah ini ada beberapa Puisi tentang keindahan Alam semesta yang dibuat khusus oleh remaja-remaja yang mencintai alamnya dan berusaha untuk menyadarkan masyarakat sekitar untuk turut serta dalam usahanya menjaga alam, berikut beberapa contoh pusis tentang keindahan alam ;


Alam Di Lembah Semesta

Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahayanya menusuk citra
Pahatan gunung memecah langit

Berselimut awan beralas zambrud
Tinggi dan tajam
Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah snubari berdetak

Sunyi sepi tak beriak
Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di Selah Kaki-kaki mengejek Karya-karyanya

Di manakah aku berada…?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup serasa sempurna
Sungguh jelita permadani ini

Tebarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya
Serasa bertualang di negeri tak bertuan


Permainya Desaku
Padi mulai menguning
Mentari menyambut datangya pagi
Ayam berkokok bersahutan
Petani bersiap hendak kesawah

Padi yang hijau
Siap untuk di panen
Petani bersukaria
Beramai-ramai memotong padi

Gemercik air sungai
Begitu beningnya
Bagaikan zamrud Khatulistiwa
Itulah alam desaku yang permai.

 KEINDAHAN ALAM
Gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari

Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap

Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.


 ALAM
Ku buka mata ..
cahaya pagi menembus kaca jendela...
Semerbak mawar merah dan putih merekah...
Ku buka jendela...
Ku hirup udara segar...

Melihat kabut tebal masih menyelimuti bumi...
Setetes embun membasahi daun...
Kicauan indah terdengar di telinga...
Angin berhembus halus menembus kulit

Ku lihat awan seputih melati...
Juga langit, sebiru lautan samudra...
Kini kusiap menghadapi hari yang baru...
Dan indahnya bumi...

NASIB GUNUNG KITA
Gunung-gunung menjulang tinggi
Di sinari oleh sang mentari
Seperti bidadari yang cantik

Tapi sekarang
Keindahan itu telah hilang
Karena ulah para manusia rakus
Oh.........tuhan tolong
Agar aku bisa mekihat
Keindahan yang hilang itu
Kembali ….


ELOKNYA ALAM INI
Batapa eloknya alam kita ini
Ombak bergulung-gulung
Udara segar bertiup-tiup
Domba putihpun terbang kian kemari

Kita berdiri beralaskan gunung,
Kita berdiri beratapkan langit
Tuk melihat keindahan ciptaan-Mu
Keindahan dunia Kau beri kepadaku

Ku pertaruhkan nyawa ini
Ku pertahankan raga ini
Bertahan di tanduk sebuah gunung
Demi kagumi ciptaan-Mu